
Baturaja, Lintassamudranews.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menunjukkan aksi nyata dalam pelayanan publik yang humanis.jum’at(6 maret 2026)
Disdukcapil secara sigap melakukan jemput bola untuk membantu pengurusan dokumen kependudukan seorang balita bernama Muhammad Rasyid (1 tahun 2 bulan) yang tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Ibnu Sutowo, Baturaja, karena menderita penyakit gastroenteritis atau muntaber akut pada pekan ini.
“Kondisi Muhammad Rasyid yang kian melemah mengharuskan pihak keluarga segera menyelesaikan administrasi kependudukan guna mengakses layanan kesehatan bagi masyarakat miskin.
Sang ayah, Bapak Cipto, sempat terkendala karena status domisili keluarga yang masih terdaftar di Desa Karang Raja, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih. Perbedaan data wilayah ini sempat menjadi penghambat dalam proses validasi jaminan kesehatan di rumah sakit.
“Masalah ini muncul saat keluarga Bapak Cipto memutuskan untuk pindah dan menetap di alamat baru, yakni Jl. Jendral No. 151, RT 02/RW 02, Gang Mawar, Desa Tanjung Baru, Air Karang, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU. Namun, karena keterbatasan biaya dan waktu, proses perpindahan Kartu Keluarga (KK) dari Kota Prabumulih ke Kabupaten OKU belum sempat diurus secara resmi hingga musibah penyakit muntaber menyerang anak mereka.
Mendengar kabar adanya warga kurang mampu yang kesulitan administrasi di tengah kondisi darurat medis,
“Kepala Dinas Disdukcapil OKU, Suryadi, segera menginstruksikan tim reaksi cepat untuk turun tangan. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah untuk memastikan bahwa hak warga negara dalam mendapatkan layanan kesehatan tidak terhenti hanya karena persoalan selembar kertas atau data yang belum terintegrasi.

Suryadi menerangkan bahwa pihaknya langsung melakukan koordinasi host-to-host dengan Disdukcapil Kota Prabumulih untuk mencabut data lama keluarga tersebut. Melalui sistem administrasi kependudukan berbasis daring, proses penarikan data pindah (SKPWNI) dilakukan dalam waktu singkat agar keluarga Bapak Cipto bisa segera terdaftar sebagai penduduk sah di Kabupaten OKU sesuai domisili mereka saat ini di Gang Mawar.
”Kami tidak ingin ada masyarakat yang merasa sendirian saat menghadapi birokrasi, apalagi dalam kondisi nyawa taruhannya. Kami hadir di RSUD Ibnu Sutowo untuk memastikan bahwa dokumen Kartu Keluarga (KK) yang baru dapat terbit hari ini juga, sehingga beban psikologis dan finansial keluarga Bapak Cipto dapat berkurang,” tegas Suryadi saat memberikan keterangan resminya.
Respon cepat ini sangat dirasakan manfaatnya oleh keluarga pasien. Dengan terbitnya KK baru yang beralamat di Baturaja Timur, Muhammad Rasyid kini memiliki payung hukum kependudukan yang jelas untuk proses klaim bantuan kesehatan. Kecepatan petugas dalam memproses data tanpa menuntut keluarga bolak-balik ke kantor dinas menjadi bukti nyata transformasi pelayanan publik yang berpihak pada rakyat kecil. Aksi sigap Disdukcapil OKU ini diharapkan menjadi standar pelayanan bagi instansi lain di Sumatera Selatan. Keberhasilan menangani kasus Muhammad Rasyid membuktikan bahwa dengan empati dan teknologi, hambatan geografis dan birokrasi antar wilayah dapat dipangkas demi menyelamatkan nyawa masyarakat yang membutuhkan. Kini, fokus utama keluarga adalah mendampingi kesembuhan balita Rasyid tanpa perlu mencemaskan urusan administrasi lagi.katanya(tiem/mat)






